kerajaan
- Kerajaan Dwarawati (Kresna) di daerah Pati
- Kerajaan Mandura (Baladewa) di Pulau Madura bagian barat
- Kerajaan Mandaraka (Salya) di antara Tegal & Pekalongan
- Banjarjungut (Dursasana) di sekitar Kebumen
- Talkandha (Bisma) di Banjarnegara
- Kahyangan Indrakila (Bhatara Indra) di Jepara
- Kerajaan Pringgandani (Gatotkaca) di seb. Utara Dat.Ting.Dieng
- Kerajaan Indraprastha (Pandhawa) di Dataran Tinggi Dieng.

pusaka
Sri Paduka Maha Raja Dewo Budo,
inggih punika Songhyang Gurunata (Girinatc) ingkong owit yaso dedamel warna-warni,
ingkong kathahkathah mboten kacario saken, namun kopethik nalika yaso dhuwung wonten Ing Kayangan Kaendran dhapur Lar Ngotap, Posopati, scha dhapur Cundrik; ginambar ing angka 1, 2, 3; Ingkong dame/ noma Empu Romadi, kola tahun Jawi 142.
Kyai Pulanggeni dan Kyai Kalanadhah.
Cundhamani, yang di dalam dunia pewayangan dikenal sebagai encis pusaka Pandhita Dorna.
Keris dhapur Kalarnisani yang merupakan ‘copy’ atau putran dari keris Kanjeng Kyai Kalamisani, adalah sebuah keris lurus dengan hiasan kembang-kacang, sogokan muka dan belakang, lambe gajah dua, sraweyan, greneng dan lain sebagainya. Konon, Kanjeng Kyai Kalamisani yang asli adalah kepunyaan Raden Sadewa yang kemudian diberikan kepada Raden Gatotkaca.

Adipati Karna, selain memiliki keris Kyai Jalak, juga mempunyai keris Kyai Kaladete yang sangat terkenal karena ampuhnya, karena meskipun tuannya itu telah gugur, keris pusaka tersebut masih dapat berbicara menirukan suara tuannya yang mernanggil-manggil Arjuna sebagai lawannya.
Cakil mempunyai keris dengan luk 9 atau 21, dhapurnya Jalak Ngoceh, bukan Jalak Ngore. Keris tersebut pada akhirnya justru ‘memakan’ tuannya sendiri.
Ada yang mengatakan bahwa Prabu Yudhistira mempunyai keris dhapur Tilarn Upih atau Tilam Sari.

Prabu Kresna memiliki keris dhapur Brojol; sedangkan keris Kyai Kalamunyeng pembicara lupa siapa pemiliknya.
Keris Kyai Sengkelat (pusaka kerajaan Majapahit)
Keris Kyai Nagasasra dan Kyai Sabuk Inten (pusaka pusaka kerajaan pada zaman pemerintahan Dernak-Pajang, yang dibuat pada zaman Majapahit).
Keris Kyai Carubuk, pusaka Sunan Kalijaga (Demak-Paiang)
Keris Kyai Setan Kober, pusaka Haryo Penangsang (Jipang)
Tombak Kyai Baru, milik Ki Ageng Mangir, menantu dan sekaligus juga musuh bebuyutan Panembahan Senopati (Mataram)
Kyai Plered adalah juga sebuah tombak pusaka yang pernah digunakan oleh Danang Sutawijaya (P. Senopati) untuk membunuh Haryo Penangsang

About these ads